Mengapresiasi
Saat pertama kali membuat karya dan di-posting ke media sosial, saya baru menyadari hal ini.
Apresiasi
Sebelumnya setiap melihat sebuah postingan karya di media sosial, saya tidak pernah terpikirkan untuk menekan tombol like maupun meninggalkan komentar. Buat apa? Pikir saya kala itu. Toh, satu like saya tidak ada pengaruhnya sama sekali, apalagi komentar. Walaupun saya sebenarnya sangat menikmati konten-konten bermanfaat di media sosial.
Hal utama yang mendasari pilihan saya untuk tidak memberi like yaitu pengaruhnya pada algoritma akun saya. Contohnya Instagram. Semakin banyak interaksi yang kita lakukan dengan akun-akun lain, semakin terpengaruhi pula tab 'Explore' di akun kita. Iya, tab yang suka ngabisin waktu itu. Iya, saya sangat membatasi konten atau informasi yang masuk ke kepala saya, karena tidak ingin berlama-lama di media sosial.
Enggannya saya memberi like ini sedikit berubah setelah saya menyadari pentingnya apresiasi. Saya merasa senang ketika karya yang saya publikasikan dinikmati oleh banyak orang. Like dan komentar pun tiba-tiba terasa sangat berarti, memompa semangat untuk terus bikin karya. Komentar sepele seperti 'Nice' dan sejenisnya, yang sebelumnya saya sangat sepelekan, membuat saya benar-benar merasa diapresiasi.
Tidak, saya tidak menghitung kesuksesan karya melalui jumlah like. Saya hanya senang, dan saya tidak tahu cara menjelaskannya. Saya yakin orang-orang yang terus berkarya pun merasakan hal yang sama. Terutama saat pertama kali memulai.
Memang alasan saya tidak memberi like tidak buruk-buruk amat. Tapi pembatasan 'total' yang saya lakukan itu justru menghilangkan kesempatan saya untuk menyenangkan orang lain. Dengan tidak menekan satu tombol saja, saya kehilangan kesempatan menyemangati mereka, saya kehilangan kesempatan untuk memperbaiki kualitas konten media sosial. Iya, karena dengan terpacunya semangat mereka yang berkarya, maka semakin banyak karya yang akan dihasilkan.
Like dan komentar ini cuma salah satu cara mengapresiasi. Banyak cara lainnya, bahkan bukan cuma apresiasi untuk karya, tapi untuk kerja.
Mulailah berterima kasih kepada petugas yang menyapu jalanan, berterima kasihlah kepada polisi yang berjaga di jalan, kepada petugas pengangkut sampah, kepada pengemudi ojol.
Ucapkan terima kasih kepada semua orang atas semua yang telah mereka kerjakan. Ucapkan terima kasih kepada teman, guru, dan orang tua.
Jangan lupa, ucapkan terima kasih pada dirimu sendiri. Kamu juga pantas diapresiasi.
Comments (0)
Belum ada komentar. Mari aja lah kalau mau komeng, aku sule.
Balas komentar