Kembali ke Tulisan
blog

Hidup (Tidak) Seperti Roller Coaster

Cover for Hidup (Tidak) Seperti Roller Coaster

Pernah merasakan naik roller coaster? Kalau iya, apa yang kamu pikirkan saat kereta yang kamu naiki sedang menanjak dan hanya menunggu waktu untuk kembali jatuh?

Ada yang berdoa, ada yang (berpura-pura) tenang, bahkan ada yang sudah mulai menangis dan teriak. Namun semuanya tahu, pada saat itu mereka harus bersiap untuk jatuh.

Pada saat kereta jatuh, reaksi orang-orang cenderung sama. Berpegangan erat, teriak, atau menangis. Hanya ada segelintir yang berbeda.

Tapi apa setelahnya? Jatuhnya kereta memang sangat menukik, dan lagi-lagi kita semua tahu, kereta akan berhenti setelahnya.

Saat kereta berhenti pun reaksi orang-orang cenderung sama. Lega, tenang, "Akhirnya selesai juga!", "Ternyata cuma begitu ya!", banyak juga yang masih ketakutan dan belum berhenti menangis. Dan lagi-lagi, ada segelintir orang yang berbeda reaksinya.

Mereka yang berbeda itu sudah tahu bagaimana akhir dari wahana ini sejak mereka menaiki keretanya. Saat menanjak, mereka senang tak karuan. Saat jatuh, mereka berteriak kegirangan seolah tanpa beban. Saat berhenti pun, mereka bahkan ingin naik lagi.

Sedikit abstrak, ya. Tapi setidaknya mereka yang berbeda ini tahu, menaiki roller coaster akan membuktikan keberanian dan kemampuan mereka mengendalikan diri di saat masalah menimpa. Dan setelah masalahnya lewat (atau saat kereta berhenti), mereka tahu, ternyata masalahnya tak sebegitu mengerikan bayangan awal. We survive after all. Semakin sering mereka naik roller coaster, semakin terlatih diri mereka menghadapi tantangan wahana itu.

Begitu juga masalah hidup, semakin sering menghadapi masalah, maka akan semakin baik pula cara kita menangani masalah. Kita tahu keretanya pada akhirnya akan berhenti. Jadi, kita juga harus paham bahwa masalah yang kita hadapi juga akan selesai, bukan? Tapi hidup tak sepenuhnya seperti Roller Coaster. If you stuck on a roller coaster, artinya kamu terjebak dalam sebuah loop, a never ending loop. Masih banyak wahana lain yang tak kalah seru. Try it, and let's survive.


Comments (0)

Belum ada komentar. Mari aja lah kalau mau komeng, aku sule.

Balas komentar