Kembali ke Tulisan
blog

Anak dan Dikotomi Kendali

"Some things are up to us, some things are up to us."

Kutipan dari Epictetus di atas terdengar sepele, namun jika dimaknai lebih dalam, kita mungkin bisa lebih meresapi maksud perkataan itu.

Memfokuskan pada hal-hal yang bisa kita kendalikan dan tidak terobsesi pada hal-hal yang tidak kita kendalikan. Contoh hal yang bisa dikendalikan adalah tindakan, persepsi, pikiran, perasaan, maupun respon terhadap sesuatu yang terjadi. Yang tidak bisa dikendalikan adalah opini orang lain terhadap hal itu, di mana kita lahir, atau bahkan kesehatan kita (walaupun yang ini bisa diusahakan).

Menggantungkan kebahagiaan pada hal-hal yang tak sepenuhnya (atau bahkan tidak sama sekali) dalam kendali kita, adalah irasional.

Dalam konteks pendidikan anak, kita bisa mengajari anak berbagai macam hal, melarang ini dan itu, atau membiarkan anak mengeksplorasi dunianya sendiri. Tapi harus disadari, akan jadi bagaimana karakter si anak nantinya, seperti apa masa depannya, bagaimana kemampuannya merespon masalah, semua itu sama sekali tidak dalam kendali kita.

Artinya, bersiaplah terhadap emosi-emosi negatif jika kita berfokus pada hal-hal itu.

"Usahakanlah agar kamu meninggalkan anak-anak terdidik dengan baik dan bukannya kaya, karena mereka yang terdidik memiliki harapan yang lebih baik daripada si bodoh. " - Epictetus.

Bekali anak dengan hal-hal dan kebijaksanaan yang dia perlukan, berfokuslah pada hal yang bisa kamu dikendalikan. Kemudian yakini bahwa kamu sudah melakukan yang terbaik. Berpuas dirilah.


Comments (0)

Belum ada komentar. Mari aja lah kalau mau komeng, aku sule.

Balas komentar